rasapangan.com
Vineral Kedelai
Harga : Rp. 23.500,-
Vineral Kedelai
Kedelai : NON GMO
Bertekstur halus, dapat dikonsumsi oleh anak-anak
Baik untuk

  • Kesehatan Jantung
  • Konsumsi Vegetarian
  • Mencegah Osteoporosis
  • Mengatasi Menopause Sindrom
  • Konsumsi penderita NDDM (Non-Insulin Dependent Diabetes Militus)
Takaran Saji
Berat Kemasan 210 g
Jumlah Persajian 35 g
Jumlah Sajian Per Kemasan 6
Energi Total 130 kkal
Energi dari Lemak 15 kkal
Lemak Total 2 g
Lemak Jenuh 1 g
Lemak 0 g
Protein 4 g
Karbohidrat Total 23 g
Gula 4 g
Serat Pangan 0 g
Natrium 10 mg
Kalium 10 mg
Fosfor 60 mg
Persajian Mengandung :
Lycine 2,27 g
Methionine 0,49 g
Threonine 1,26 g
Leucine 2,73 g
Isoleucine 1,51 g
Phenylalanine 1,89 g
Valine 1,50 g
Vineral Biskuit
Harga : Rp 8.000,-
Biskuit MP-ASI, Biskuit Balita dan Biskuit untuk semua usia. Mengandung Vitamin dan Mineral penting untuk membantu Pertumbuhan dan Perkembangan yang Optimal
Informasi Nilai Gizi Biskuit MP-ASI
Berat Kemasan 120 g
Takaran Saji 30 g
Jumlah Sajian Per Kemasan 4
Jumlah Persajian
Energi Total 130 kkal
% AKG
Lemak Total 5 g
Lemak Trans 0 g 4%
Protein 3 g
Karbohidrat Total 20 g 13%
Serat Pangan 0 g
Gula 6 g
Vitamin A 65%
Vitamin D 67%
Vitamin E 23%
Vitamin K 32%
Vitamin B1 26%
Vitamin B2 28%
Niasin 34%
Asam Folat 25%
Asam Pantotenat 26%
Vitamin B6 31%
Vitamin B12 34%
Vitamin C 28%
Kalsium 15%
Fosfor 17%
Magnesium 11%
Zat besi 21%
Yodium 21%
Seng 10%
Selenium 30%
Persajian Mengandung :
Prebiotik FOS 360 mg
DHA 3 mg
Omega 3 5 mg
Omega 6 1 mg
Biotin 14 mcg
Kolin 7 mg
Vineral Nutrisi
Harga : Rp 23.500,-
Informasi Nilai Gizi

Berat Kemasan 200 g
Takaran Saji 30 g
Jumlah Sajian per Kemasan ± 7
Jumlah Per Sajian
Energi Total 140 kkal
Energi dari lemak 50 kkal
% AKG
Lemak Total 6 g 9%
Lemak Jenuh 1 g
Lemak Trans 0 g
Kolesterol 1 mg
Protein 6 g 11%
Karbohidrat Total 16 g 5%
Gula 6 g
Vitamin E 9%
Vitamin K 20%
Vitamin B1 9%
Vitamin B2 30%
Niasin 11%
Asam Folat 14%
Asam Pantotenat 7%
Vitamin B6 14%
Vitamin B12 21%
Magnesium 9%
Yodium 10%
Zink 10%
Keterangan:

  • Persen AKG berdasarkan kebutuhan energi 2000 kkal. Kebutuhan energi anda mungkin lebih tinggi atau lebih rendah
  • Untuk Penunjang Kebutuhan Nutrisi saat tidak terpenuhi dari makanan biasa
  • Membantu Menjaga kondisi tubuh

Kedelai yang kaya akan sumber protein yang berkualitas dapat membantu menjaga kesehatan tulang, pertumbuhan tulang serta dapat mencegah Osteoporosis. 1,2,3Keunggulan lainnya, Kalsium yang terkandung dalam Kedelai mudah diserap.4

Berdasarkan penelitian epidemiologi, menunjukan bahwa wanita asia tenggara yang menkonsumsi kedelai cenderung memiliki tulang yang lebih kuat.

Lebih dari 40 percobaan klinis menujukkan bahwa protein kedelai sebagai bahan pangan supplement dapat mengatasi sindrom menopause.5,6

Referensi:

  1. Dawson-Hughes B. Interaction of dietary calcium and protein in bone health in humans. J Nutr 2003;133(3):852S-4S.
  2. Messina M, Ho S, Alekel DL. Skeletal benefits of soy isoflavones: a review of the clinical trial and epidemiologic data. Curr Opin Clin Nutr Metab Care 2004;7(6):649-58.
  3. Ma DF, Qin LQ, Wang PY, Katoh R. Soy isoflavone intake increases bone mineral density in the spine of menopausal women: meta-analysis of randomized controlled trials. Clin Nutr 2008, 27:57-64
  4. Zhao Y, Martin BR, Weaver CM. Calcium Bioavailability of Calcium Carbonate Fortified Soymilk Is Equivalent to Cow’s Milk in Young Women. J Nutr 2005;135(10):2379-82.
  5. Messina M, Hughes C. Efficacy of soyfoods and soybean isoflavone supplements for alleviating menopausal symptoms is positively related to initial hot flush frequency. J Med Food 2003;6(1):1-11.
  6. Setchell KD, Brown NM, Lydeking-Olsen E. The clinical importance of the metabolite equol-a clue to the effectiveness of soy and its isoflavones. J Nutr 2002;132(12):3577-84

Lembaga Kanker Amerika telah mengeluarkan acuan pola makanan dalam mengurangi resiko terkena kanker1, termasuk didalamnya yaitu :

  • Pilih lebih banyak makanan yang bersumber dari tumbuhan
  • Batasi konsumsi makanan yang tinggi akan lemak khususnya bersumber dari hewani


Kedelai sangat cocok dengan acuan tersebut. Kedelai kaya akan protein dengan kualitas yang setara dengan daging dan susu sapi, sangat cocok sebagai pengganti bahan pangan hewani2

Kanker Payudara & Prostate
Berdasarkan penelitian epidemiologi, menunjukan bahwa :

  • Mengkonsumsi bahan makanan yang bersumber dari kedelai 1 sampai 2 kali sehari pada masa anak-anak sampai/ atau masa remaja, dapat mengurangi 50% resiko kanker payudara pada saat dewasa 3
  • Seorang laki-laki yang setiap harinya mengkonsumsi Kedelai, beresiko lebih kecil terhadap kanker prostate dibandingkan yang tidak mengkonsumsi Kedelai.4

Referensi :

  1. American Cancer Society. Guidelines on Diet, Nutrition, and Cancer Prevention: Reducing the Risk of Cancer with Healthy Food Choices and Physical Activity 1996. ACS, Inc.
  2. Messina, M, Erdman, JW, eds. First international symposium on the role of soy in preventing and treating chronic disease. J Nutr. 1995; 125(3s): 698S-797S
  3. Shu XO, Jin F, Dai Q, et al. Soyfood Intake during Adolescence and Subsequent Risk of Breast Cancer among Chinese Women. Cancer Epidemiol Biomarkers Prev 2001;10(5):483-8.
  4. Yan L, Spitznagel EL. Meta-analysis of soy food and risk of prostate cancer in men. Int J Cancer 2005;117(4):667-9.

Mengasupkan Kedelai sebagai sumber protein dalam program penurunan berat badan, terbukti protein Kedelai secara efektif dapat mempercepat penurunan dibandingkan dengan sumber sumber protein lainnya.1,2
Menkonsumsi Kedelai setiap harinya, dapat mencegah perut buncit. Berdasar riset yang dilakukan oleh Dr Cyntia K. Sites, Universitas Alabama, protein kedelai dapat mencegah penumpukan lemak di daerah lingkar perut (dipublikasikan dalam Medical Journal Fertility and Sterility, December 2007 – sumber: Soy may thwart belly-fat gain after menopause, New York, Reuters Healt, 11 Jan 2008)

Referensi:

  1. Ashley JM, St Jeor ST, Perumean-Chaney S, Schrage J, Bovee V. Meal replacements in weight intervention. Obes Res 2001;9 Suppl 4:312S-320S.
  2. Heymsfield SB, van Mierlo CA, van der Knaap HC, Heo M, Frier HI. Weight management using a meal replacement strategy: meta and pooling analysis from six studies. Int J Obes Relat Metab Disord 2003;27:537-549.

Pada tahun 1999, Food and Drug Administration (FDA) U.S menyetujui bahwa “mengkonsumsi 25 grm protein kedelai perhari sebagai bagian dalam diet yang mana rendah akan lemak jenuh dan kolesterol, dapat menurunkan resiko penyakit jantung”.1, dan pada tahun berikutnya American Heart Association mengesahkan pengkonsumsian bahan pangan kedelai bagi seseorang yang bertingkat kolesterol tinggi.2

Suatu Badan Riset yang besar 3 termasuk suatu badan asosiasi4 telah melakukan penelitian dan menganalisa dengan kesimpulan bahwa protein kedelai dapat membantu menurunkan kolesterol LDL (kolesterol jahat) sebesar 3%-5%.5Dalam kurun beberapa tahun, setiap 1% penurunan LDL dapat menurangi resiko penyakit jantung coroner sebesar 2%-5%. 6,7, dengan demikian mengkonsumsi kedelai dapat mengurangi resiko penyakit jantung coroner kurang lebih 15%. Pada diet rendah cholesterol dengan menyertakan kedelai, akan menurunkan resiko sebesar 20%-30%.8

Berdasarkan penyelidikan epidemiologi, perempuan-perempuan postmenopaus di China yang mengkonsumsi Kedelai lebih banyak, mengalami serangan Jantung 86% sedikit lebih dibandingkan dengan yang mengkonsumsi Kedelai lebih sedikit.9

Referensi:

  1. Food and Drug Administration. Food labeling, health claims, soy protein, and coronary heart disease. Fed Reg 1999;57:699-733.
  2. Erdman JW, Jr. Soy protein and cardiovascular disease: A statement for healthcare professionals from the nutrition committee of the AHA. Circulation 2000;102:2555-2559.
  3. Balk E, Chung M, Chew P, Ip S, Raman G, Kuplenick B, Tatsioni A, Sun Y, Wolk B, DeVine D, Lua J. Effects of soy on health outcomes. Evidence report/technology assessment No. , (prepared by Tufts-New England Medical Center Evidence-based Practice Center under Contract No. 290-02-0022.) AHRQ Publication No. 05-E024-2. Rockville, MD Agency for Healthcare Research and Quality; July 2005
  4. Sacks FM, Lichtenstein A, Van Horn L, Harris W, Kris-Etherton P, Winston M. Soy protein, isoflavones, and cardiovascular health: an American Heart Association Science Advisory for professionals from the Nutrition Committee. Circulation 2006;113:1034-44.
  5. Zhan S, Ho SC. Meta-analysis of the effects of soy protein containing isoflavones on the lipid profile. Am J Clin Nutr 2005;81:397-408
  6. Law MR, Wald NJ, Thompson SG. By how much and how quickly does reduction in serum cholesterol concentration lower risk of ischaemic heart disease? BMJ 1994;308:367-372.
  7. Law MR, Wald NJ, Wu T, Hackshaw A, Bailey A. Systematic underestimation of association between serum cholesterol concentration and ischaemic heart disease in observational studies: data from the BUPA study. BMJ 1994;308:363-366.
  8. Jenkins DJ, Kendall CW, Faulkner D, Vidgen E, Trautwein EA, Parker TL, Marchie A, Koumbridis G, Lapsley KG, Josse RG, Leiter LA, Connelly PW. A dietary portfolio approach to cholesterol reduction: combined effects of plant sterols, vegetable proteins, and viscous fibers in hypercholesterolemia. Metabolism 2002;51:1596-604.
  9. Zhang X, Shu XO, Gao YT, et al. Soy food consumption is associated with lower risk of coronary heart disease in Chinese women. J Nutr 2003;133(9):2874-8.

Dua hal utama komplikasi yang terjadi pada pada penderita diabetes adalah penyakit jantung dan fungsi ginjal.
Menyertakan Kedelai dalam diet protein penderita diabetes tipe II (non-insulin dependent diabetes mellitus – NIDDM) dapat mengurangi resiko komplikasi penyakit jantung serta memperbaiki fungsi ginjal. 1,2

Referensi :

  1. European Journal of Clinical Nutrition (2003) 57, 1292–1294. doi:10.1038/sj.ejcn.1601688 “Beneficiary effect of dietary soy protein on lowering plasma levels of lipid and improving kidney function in type II diabetes with nephropathy” L Azadbakht1, R Shakerhosseini (1Department of Human Nutrition, National Nutrition and Food Technology Research Institute, Tehran, I.R. Iran), S Atabak (Imam Hossein Hospital, Tehran, Iran ), M Jamshidian (Department of Human Nutrition, National Nutrition and Food Technology Research Institute, Tehran, I.R. Iran), Y Mehrabi (Department of Health Community Medicine, Shaheed Beheshti University of Med. Sciences, Tehran, Iran) and A Esmaill-Zadeh (Department of Human Nutrition, National Nutrition and Food Technology Research Institute, Tehran, I.R. Iran)
  2. Isolated soy protein shown to benefit type 2 diabetics, study indicates, Jim Barlow, Life Sciences Editor

Karena kedelai mempunyai protein yang lengkap dengan kualitas gizi yang setara dengan daging dan telur, maka Kedelai dapat menjadi sumber protein yang baik untuk Vegetarian untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan gizi hewani.

Intolerance lactose adalah seseorang yang tidak dapat mentoleransi adanya asupan laktosa. Laktosa adalah zat kandungan yang terdapat pada antara lain hampir semua susu hewani. Kedelai tidak mengandung Laktosa
Susu sapi dikonsumsi sebagai salah satu sumber protein untuk kebutuhan kesehatan tubuh. Kedelai dengan kandungan proteinnya yang lengkap dengan kualitas nilai gizi yang seimbang dengan susu sapi, dapat dikonsumsi sebagai alternatif pengganti susu sapi bagi Intolerance Lactose.1,2

Referensi:

  1. Busino, L., Bruno, G. and Giampietro P.G. Soy protein for the prevention and treatment of children with cow-milk allergy. Am. J. Clin. Nutr. 1998; 68:1447S-1452S
  2. Sotelo A, Hernandez M, Frenk S. Biological evaluation, in rats and in humans, of a milk product without lactose and of a soybean protein formula for use in protein-calorie malnutrition. Arch Latinoam Nutr. 1984; 34:333-42
Produk Kami
Vineral Kedelai
Vineral Kedelai
Vineral Biskuit
Vineral Biskuit
Vineral Pro
Vineral Pro
Vineral Nutrisi
Vineral Nutrisi
Vineral Khusus Ibu Hamil
Vineral Khusus Ibu Hamil
Vineral Susu Formula Lanjutan
Vineral Susu Formula Lanjutan
Vineral Susu Pertumbuhan
Vineral Susu Pertumbuhan

Kembali ke Home »
Copyright © PT Rasa Pangan Distrindo 2009